*SURABAYA, KABARI FAKTA INDONESIA COM–* Suasana di RT 009 RW 001 Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya memanas. Warga setempat ngamuk dan kompak menolak keras rencana pembukaan pasar tumpah yang akan dipaksakan tepat di mulut gapura utama kampung mereka.
Rencana yang dinilai tanpa musyawarah dan tanpa persetujuan warga terdampak ini dinilai sebagai keputusan ceroboh yang akan mematikan akses warga.
Perwakilan warga, Jaka, mengatakan gapura tersebut bukan sekadar gapura, melainkan satu-satunya urat nadi dan akses vital keluar-masuk warga.
“Ini satu-satunya akses mobil, motor, dan becak. Kalau ditutup lapak pasar tumpah dari subuh sampai pagi, kampung kami mati total. Macet, bising, kumuh, sampah di mana-mana. Ini bukan penataan, ini pembiaran kesemrawutan!” tegas Jaka, Kamis (15/10/2026).
Yang paling dikhawatirkan warga adalah faktor keselamatan. Jika akses gapura tertutup lapak, mobil ambulans dan pemadam kebakaran tidak akan bisa masuk saat kondisi darurat.
“Kalau ada warga sakit kritis butuh ambulans, atau ada kebakaran, ambulans tidak bisa masuk. Nyawa warga jadi taruhan! Siapa yang mau tanggung jawab? Jangan korbankan keselamatan warga demi pasar tumpah!” cetusnya.
Oleh karena itu, warga Tembok Dukuh meminta dengan tegas kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi agar tidak tutup mata dan tidak diam membisu atas jeritan warganya.
“Kami minta Wali Kota Surabaya Bapak Eri Cahyadi jangan tutup mata, jangan diam membisu atas keluhan warga Tembok Dukuh terkait pasar tumpah ini. Kami warga kecil yang terdampak langsung. Tolong dengarkan jeritan kami, turun langsung ke lokasi, jangan biarkan kami jadi korban kebijakan salah tempat!” desak Jaka.

Warga juga mendesak Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Camat Bubutan, dan Lurah Tembok Dukuh untuk segera membatalkan rencana tersebut dan tidak mengeluarkan izin apapun.
“Kami bukan anti pedagang, kami tidak melarang orang mencari rezeki. Tapi jangan mencari nafkah dengan cara merampas hak dan kenyamanan warga lain. Hentikan rencana pasar tumpah di depan gapura kami, batalkan sekarang juga!” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu ketegasan dan kehadiran Wali Kota Eri Cahyadi serta aparat terkait untuk turun ke lapangan dan berpihak kepada keselamatan dan kenyamanan warga Tembok Dukuh.
Redaksi Kabar Fakta Indonesia com
Jurnalis isw89
