SURABAYA KABAR FAKTA INDONESIA.COM— Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Jawa Timur (APMP Jatim) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II untuk menyoroti dugaan skandal korupsi senilai Rp596 miliar di Bank Jatim, Rabu (2/9/2026).
Aksi yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut mengambil titik kumpul di Taman Apsari, Surabaya, sebelum massa bergerak menuju kantor pusat Bank Jatim.
Aksi berlangsung damai, namun situasi sempat memanas ketika massa menyampaikan tuntutan secara keras. Koordinator aksi sekaligus Direktur APMP Jatim, Aceh Kusuma, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti mengawal persoalan tersebut.
“Tak akan kami biarkan para koruptor enak tidur. APMP Jatim bukan aktivis pelacur,” tegas Aceh Kusuma dalam orasinya.
Menurutnya, aksi jilid II merupakan bentuk konsistensi pemuda dan mahasiswa dalam mendorong keterbukaan serta penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan yang menjadi sorotan.

APMP Jatim juga menyatakan tidak menutup kemungkinan kembali turun ke jalan dalam aksi jilid III dan jilid IV, dengan jumlah massa yang lebih besar.
“Kami akan adakan aksi jilid III dan IV. Kami akan mendatangkan massa lebih banyak lagi,” ujarnya.
APMP Jatim menegaskan, rangkaian aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa, melainkan bentuk tekanan moral agar persoalan dugaan korupsi Bank Jatim mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait.
Massa meminta agar setiap dugaan penyimpangan diusut secara transparan,
profesional, dan tuntas, serta siapa pun yang terbukti terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.
Aksi jilid II pun menjadi sinyal keras: APMP Jatim belum akan berhenti. Jika tuntutan mereka tidak mendapatkan respons yang dianggap memadai, jilid III dan IV siap digelar dengan kekuatan massa yang lebih besar.
Catatan redaksional: angka Rp596 miliar dan dugaan korupsi dalam berita ini sebaiknya tetap disebut sebagai dugaan sampai terdapat putusan atau keterangan resmi yang menetapkan adanya tindak pidana.
Jurnalis isw89
