*BANGKALAN KABAR FAKTA INDONESIA COM. * – Semangat petani tembakau di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terus tumbuh. Selama ini Madura dikenal dengan Sampang, Pamekasan, dan Sumenep sebagai sentra tembakau. Kini Bangkalan mulai menunjukkan diri sebagai daerah yang potensial untuk pengembangan komoditas tersebut.
Hal itu terlihat dalam kegiatan *Pelatihan Pascapanen dan Panen Bersama* yang digelar pada *Selasa, 8 September 2026*. Kegiatan ini menjadi ajang bagi petani meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus membuka peluang agribisnis tembakau di Bangkalan.
*Lokasi Dipindah, Semangat Tetap Sama*
Kepala Desa Pangeran Gedungan, Kecamatan Blega, *Muhammad Bahri* menyampaikan, kegiatan awalnya direncanakan di Desa Pangeran Gedungan. Namun karena tanaman di sana sudah dipanen lebih dulu, panen bersama akhirnya dipindahkan ke Desa Neroh, Kecamatan Modung.
“*Perubahan lokasi tidak mengurangi makna kegiatan. Kami ingin menunjukkan bahwa tembakau di Bangkalan juga memiliki potensi dan semangat mengembangkannya tetap sama*,” kata Bahri.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan *Dinas Pertanian Provinsi Jatim Ibu Bhekti*, *BRMP Malang Bapak Heri Prabowo*, dan *PLT Kadis Pertanian Bangkalan Dr. CHK Karyadinata*.
*Dapat Bantuan Alat dan Penguatan Agribisnis*
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bantuan *alat perajang tembakau* dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangkalan. Dana bantuan bersumber dari *Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau / DBHCHT*.
Bantuan ini diharapkan bisa membantu petani meningkatkan efisiensi pengolahan dan memberi nilai tambah pada hasil panen.
Selain itu peserta juga dikenalkan dengan *CV Arbako* sebagai salah satu mitra usaha petani tembakau di Bangkalan. Kehadiran mitra dinilai penting agar hasil panen petani punya pasar dan rantai ekonomi tembakau bisa lebih panjang.
*Prestasi Kelompok Tani Bangkalan*
Pengembangan tembakau di Bangkalan mulai digalakkan sejak 2024 dengan dukungan *APTI Kabupaten Bangkalan*. Salah satunya *Kelompok Tani Askar Tiga* di Desa Pangeran Gedungan, yang diketuai *Tri Supandi*.
Kelompok ini bahkan pernah meraih *Juara Harapan II tingkat Provinsi Jawa Timur* dan mendapat penghargaan *Madura Awards di Pamekasan*. Prestasi itu jadi bukti petani Bangkalan mampu bersaing jika mendapat pendampingan dan pembinaan yang tepat.
“*Selama ini orang hanya tahu Sampang, Pamekasan, Sumenep. Padahal Bangkalan juga punya lahan dan petani yang mampu. Ini bukti Bangkalan sangat potensial*,” tegas Bahri.
Bahri berharap dukungan pemerintah terus diperkuat, mulai dari pembinaan, teknologi pascapanen, bantuan sarana, hingga akses pemasaran.

“*Petani jangan hanya didorong menanam, tapi juga dibantu agar hasil panennya punya nilai tambah dan masuk pasar. Sinergi pemerintah, kelompok tani, APTI, dan mitra usaha sangat penting*,” ujarnya.
Ia optimis Bangkalan bisa mengambil peran lebih besar di sektor tembakau Madura dan berhak mendapat manfaat DBHCHT.
“*Ini motivasi bagi petani Bangkalan agar tidak kecil hati bertani tembakau. Kami berharap semakin banyak kelompok tani yang ikut, sehingga kualitas dan daya saing tembakau Bangkalan semakin baik*,” pungkasnya.
Jurnalis isw89
